Bupati Batang Hari Tekankan GTRA Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat

 

Batang Hari (GerakanJambi.com) - Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, menghadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Batang Hari Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (2/9/2026).

Rapat koordinasi tersebut membahas pelaksanaan Reforma Agraria, khususnya terkait Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah mewujudkan pemerataan penguasaan dan pemilikan tanah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TORA merupakan tanah yang ditetapkan oleh pemerintah untuk ditata kembali melalui program Reforma Agraria, baik melalui redistribusi tanah maupun legalisasi aset kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai subjek Reforma Agraria.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah kepada masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan melalui penataan akses. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan usaha, akses permodalan, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batang Hari menekankan agar pelaksanaan GTRA mengedepankan pendekatan yang holistik, integratif, tematik, dan spasial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap program direncanakan secara menyeluruh, terintegrasi lintas sektor, berfokus pada prioritas wilayah dan permasalahan, serta didukung oleh data dan lokasi yang jelas.

“Pendekatan ini sangat penting agar pelaksanaan GTRA tidak berjalan secara parsial, tetapi mampu memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Menurutnya, tujuan akhir dari pelaksanaan GTRA bukan semata-mata terkait penataan dan legalisasi tanah, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap program dan langkah yang dilakukan perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bupati juga mendorong seluruh pihak yang tergabung dalam GTRA untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor. Dengan kolaborasi yang baik, pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Batang Hari diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Batang Hari, Asisten I Setda Batang Hari, para Kepala OPD, para Camat, Kepala Desa Ampelu, Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Batang Hari, para Nazir, serta tamu undangan lainnya.