Musda Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam Batang Hari Tahun 2026 Resmi Dibuka Bupati Fadhil

 

Batang Hari (GerakanJambi.com) - Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batang Hari Tahun 2026, yang digelar di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Sabtu (1/8/2026).

Musda tersebut menjadi momentum penting bagi Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam dalam memperkuat peran dan eksistensi kelembagaan adat di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

Dalam sambutannya, Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi saat ini, keberadaan lembaga adat memiliki peran yang semakin penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri masyarakat Batang Hari.

Menurutnya, adat tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki nilai-nilai kehidupan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi hari ini, peran lembaga adat menjadi semakin krusial. Kita membutuhkan nilai-nilai adat untuk memastikan generasi muda Batang Hari tidak kehilangan jati diri dan akar budayanya,” ujar Fadhil.

Ia menegaskan, adat mengajarkan berbagai nilai luhur, mulai dari etika, sopan santun, menghormati sesama, hingga cara menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan mufakat.

“Adatlah yang mengajarkan kita etika, sopan santun, serta cara menyelesaikan perselisihan dengan musyawarah. Bulat Air Karena Pembuluh, Bulat Kata Karena Mufakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati berharap Musda Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan rumusan dan langkah strategis dalam memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Lembaga adat harus terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang bermusyawarah dalam menyatukan pemikiran, memperkuat kelembagaan, serta menyusun program kerja yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Batang Hari.

Musda diharapkan dapat memperkuat eksistensi Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga identitas budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Batang Hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi yang diwakili, unsur Forkopimda Kabupaten Batang Hari, Sekretaris Daerah Batang Hari, para Staf Ahli dan Asisten Setda Batang Hari, Ketua II TP-PKK Kabupaten Batang Hari, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Ketua Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam beserta jajaran, serta para tamu undangan lainnya.